SELAMAT DATANG DI BLOGER RESMI SEKOLAH DASAR NEGERI 5 KEBON AYU GERUNG KAB. LOMBOK BARAT NTB 83363

Aksara Sasak oleh Suherman, S.Pd.I.

Mungkin kita anak-anak muda generasi2 modern sasak ada yang tidak tahu tentang aksara sasak tapi hampir sepertinya tau karna telah masuk pada materi muatan lokal di sekolah-sekolah dasar sampai menegah atas. Sedikit mengulas lagi tentang aksara sasak dan melihat beberapa perbedaan dengan aksara Jawa.
Aksara
Berdasarkan asal usul-usul serta pemakaian naskah di dalam naskah lontar baik berbahasa Sasak maupun berbahasa jawa (Kawi), aksara Jejawan/aksara Sasak dibedakan atas tiga kelompok yaitu :
Aksara Carakan ( Sasak; Aksara Baluq Olas )
Aksara Swalalita
Aksara Rekan
Aksara Carakan
Asal usul aksara Jejawan/sasak adalah dari Aksara Jawa, dari segi pelafalan berjumlah 20 buah dengan urutan : ha , na , ca , ra , ka ,da , ta ,sa , wa , la , pa , dha , ja , ya , nya , ma , ga , ba , tha , nga.
Yang diserap ke dalam aksara Jejawan/Sasak hanya 18 buah dan disebut aksara Baluq Olas dengan tata urutan sebagai berikut :


Aksara Swalalita
Yaitu aksara yang dipakai untuk tulis menulis dalam naskah-naskah lontar Sasak baik naskah berbahasa Sasak maupun berbahasa Jawa (Kawi). Aksara Swalalita terdiri atas :
Huruf Vokal ( Aksara Swara )
Huruf Konsonan ( Aksara Wyanjana )
Contoh aksara sawara :


Aksara Swara ini digunakan bila ia berdiri di depan serta menyatakan nama diri, nama tempat, nama haria dll. Aksara Swara ini juga berkedudukan sebagai Aksara Murdha, yang jika dialih aksarakan ke huruf latin-indonesia menjadi huruf Kapital, kecuali le. Contoh :


Aksara Swara : i , u , e , o , dan e, apabila melekat pada aksara Wyanjana maka aksara Swara berubah menjadi sandarangan bunyi dengan bentuk-bentuk tertentu serta penempatannya ada di atas, di bawah, di depan atau di belakang, seperti berikut :


Aksara Wyanjana : h, r , ng berada pada akhir suku kata, berubah menjadi sandangan bunyi dan berfungsi untuk mematikan suku. Sedangkan ” ra ” dan ” re ” untuk menghidupkan suku.


Aksara Carakan ( aksra baluq olas ) secara lahiriah telah mengandung bunyi vocal ” a ” , serta merupakan satu suku. Apabila belum mengandung bunyi vocal ” a ” ( h, n, c dst. Bukan ha, na, ca dst.) disebut Aksra Legena.




Dari tabel aksra Wyanjana di atas jelaslah dapat di ketahui pemakaian aksara Wyanjana pada naskah lontar sasak yang berbahasa Kawi dengan naskah lontar yang berbahasa Sasak.
Keterangan tambahan :
KANTYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah kepada guttur (kantha) yaitu bagian langit-langit dekat kerongkongan. Terdiri atas : a, ka, kha, ga, gha, nga.
TALAWYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah kepada palatum (talu) yaitu langit-langit lembut. Terdiri atas : i, ca, cha, ja, nya,.Talawya juga disebut Aksara Kalpaprana yaitu aksara yang lahir dari articulator tengah lidah yang disertai hembusan nafas kecil.
MURDHANYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan lidah kepada langit-langit keras (murdha atau ceberum). Terdiri atas : ta, da, na, re.
DANTYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan menyentuhkan ujung lidah kepada lengkung kaki gigi atas ( dental atau danta ). Terdiri atas : ta, tha, da, dha, na, la.
OSTHYA adalah suara vocal atau konsonan yang dihasilkan dengan mendekatkan kedua bibir ( labial atau ostha ). Terdiri atas : u, pa, pha, ba, bha, ma. Osthya juga disebut aksra Maharaprana yaitu aksara yang mendapat hembusan nafas besar.
ARDHASWARA adalah bunyi setengah vocal dan setengah konsonan ( semivokal atau antyaswara). Tersiri atas : ya, ra, la, wa.
USNA adalah bunyi desis ( sibilant atau asthiswara). Terdiri atas : ça, sha, sa .
WISARGA adalah bunyi yang terjadi dengan adanya hembusan nafas serta tidak memiliki daerah artikulasi (aspirat).
GLOTAL STOP adalah bunyi yang dihasilkan dengan jalan menutup rapat hembusan nafas pada rongga mulut.
Dengan adanya lambing bunyi Glotal Stop yaitu (‘/q) maka dapat diketahui bahwa aksara Wyanjana yang dipakai sebagai alat tulis menulis dalam bahasa sasak berjumlah 19. Hal ini pula yang membuktikan bahwa Aksara Jejewan/Sasak menunjukkan cirri tersendiri dalam melambangkan bunyi.
Aksara Murdha
Aksara Wyanjana yang diberi tanda o> tergolong aksara murdha. Menurut Kamus Jawa Kuna-Indonesia karangan L. Mardiwarsito, murdha memiliki dua pengertian yaitu :
Kepala
Langit-langit keras, daerah terjadinya bunyi.
Aksara murdha di Jawa diidentikkan dengan huruf Kapital, berarti mengacu kepada pengertian ” kepala “. yang perlu diketahui, dalam penulisan , aksara murdha tidak selalu berada di awal kata, melainkan bias di tengah atau dibelakang. Namun dalam pengalihan aksara ke huruf latin menjadi capital.
Dalam khaznah naskah lontar Sasak, aksara murdha umumnya hanya terpakai pada naskah lontar Sasak yang berbahasa Jawa ( kawi ) berbeda halnya dengan naskah lontar Sasak yang berbahasa Sasak, tidak mengenal pemakaian aksara murdha.
Yang membedakan aksara Jejawan ( sasak ) dengan aksara Jawa atau Bali adalah bunyi Glotal Stop yang dilambangkan dengan aksara …… .Berdsarkan pengamatan penulis ( red. Argawa ) untuk sementtara ini, aksra Jejawan dalam bahasa Sasak tidak mengenal pemakaian ……. Sebagai aksara Murdha, melainkan sebagai aksara Glotal Stop.
Contoh pemakaian aksara Murdha :




Aksara Rekan
Adalah aksara buatan untuk melambangkan bunyi dalam bahasa Arab. Bentuk aksara Rekan tetap diambil dari aksara carakan yang mirip dengan bunyi dalam bahasa Arab yang dilambangkan dengan membubuhi tanda titik 3 buah di atasnya.

Angka
Bentuk-bentuk angka dalam aksara Jejawan, mulai satuanm puluhan, dan ratusan adalah sebaga berikut :

POTO KEGIATAN

TGH.M.Taufiq duduk berfose bersama ketupat halal bi halal Sirajul Manan dan kepsek SDN 3 Kebon Ayu A.Karim Amin hari Kamis, 13 September 2012
 TGH.M.Taufiq saat memberikan tausiyah pada saar acara halal bi halal di gugus VII gerung Kebon Ayu

sambungan (Silabus dan RPP 2013)


Silabus dan RPP MI 2012/2013

Berikuti ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus Agama Khusus Madrasah Ibtidiayah (MI) yang terdiri dari 5 mata pelajaran : Fiqih, Al Qur’an Hadits, Sejarah Kebudyaan Islam (SKI), Bahasa Arab, Aqidah Akhlak. Semoga RPP dan silabus ini berguna dan memberikan manfaat bagi guru-guru Madrasah Ibtidaiyah. Untuk mendownload silahkan klik link di bawah ini: 


Silabus
Aqidah Akhlak Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6
- SILABUS AKHLAK KELAS 1.doc
- SILABUS AKHLAK KELAS 2.doc
- SILABUS AKHLAK KELAS 3.doc
- SILABUS AKHLAK KELAS 4.doc
- SILABUS AKHLAK KELAS 5.doc
- SILABUS AKHLAK KELAS 6.doc 


RPP Agama MI tahun 2009/2010



Untuk yang satu ini Silabus Khusus Guru Madrasah Ibtidiayah (MI) mata pelajaran : Fiqih, Al Qur’an Hadits, Sejarah Kebudyaan Islam (SKI), Bahasa Arab, Aqidah Akhlak. Diharapkan mampu menunjang kebutuhan guru akan Silabus dan RPP, semoga berguna dan digunakan sebagaimana mestinya :
RPP Fiqih Kelas 4,5,6RPP
- RPP FIQIH KELAS 1.zip
- RPP FIQIH KELAS 2.zip
- RPP FIQIH KELAS 3.zip
- RPP FIQIH KELAS 4.zip
- RPP FIQIH KELAS 5.zip
- RPP FIQIH KELAS 6.zip Silabus
- Silabus Fiqih Kelas 1.zip
- Silabus Fiqih Kelas 2.zip
- Silabus Fiqih Kelas 3.zip
- Silabus Fiqih Kelas 4.zip
- Silabus Fiqih Kelas 5.zip
- Silabus Fiqih Kelas 6.zip
RPP SKI Kelas IV, V, VI
RPP
- RPP SKI Kelas 6.zip
- RPP SKI Kelas 3.zip
- RPP SKI Kelas 4.zip
- RPP SKI Kelas 5.zip SKI
- Silabus SKI Kelas 3.zip
- Silabus SKI Kelas 4.zip
- Silabus SKI Kelas 5.zip
- Silabus SKI Kelas 6.zip




CARA MEMBUAT DOMAIN @FRONTIER DEMOBROADBAND OVI XTRA CO NZ

https://edit.yahoo.com/registration?&partner=ftr

Exploit is same as Nokia and xtra.co.nz

Just go to the page with your favorite method of editing and replace the domain values with an email domain below!

Here is a list of available domains!

frontier.com
frontiernet.net
myfrontiermail.com
citlink.net
newnorth.net
epix.net
gvni.com
frontiernet.com
ctaz.com
ctaz.net
citlink.com
evansinet.com
globalvalleynetworks.com

Hope All Enjoy's , If you like my post kindly press the Thanks button below